{Pedangwin, atau saat ini dikenal sebagai Pusat Pengembangan Budaya, memiliki latar belakang yang cukup menarik. Awalnya , institusi ini didasarkan pada tahun 1982 oleh lembaga setempat Nangroe Aceh Darussalam , dengan maksud utama untuk memajukan kemampuan bahasa masyarakat lokal. Selanjutnya ,